Grojogan Sewu, Tawangmangu

Posting pertama di tahun 2012 ya hahaha? Selamat Tahun Baru deh! maafkan jika blog ini tidak terupdate secara berkala, karena blog ini cuma tempat iseng buat belajar jadi penulis diwaktu luang. So, whats the story? Sebelum masuk ke cerita Tawangmangu, intermezo dulu dikit ya, karena di tahun yang baru ini Kintarous ganti kulit! (yey). Sejak awal saya membeli domain ini, saya sangat terinspirasi dengan banyaknya situs thumblog yang semakin rame digunakan para sosialita dan sosialiwan.

Dan domain kintarous terinspirasi dari posterous.com (hehe ketahuan), walaupun sekarang sudah ada yang lebih populer yaitu tumblr.com. Pokoknya mereka sama-sama menjadi situs thumblog yang sangat digemari karena kita dapat dengan mudah berbagi foto, cerita, lagu, video dll dengan display yang unik, yap, display yang unik! inilah kenapa saya memilih themes ini, simple, mudah dan enak dilihat, dan dapat mengkategorikan tampilan berdasarkan isinya (uopooo iki hahha), dan traraaaa… jadilah thumblog versi saya! hihihi.

Well, ketika posting foto saya di Tawangmangu dengan tampilan thumblog, saya pun tidak sadar jika wordpress juga meng-crosspost kan link ini ke twitter, dan teman saya Syafii yang ‘mendodolkan‘ saya lewat twitter karena tidak ada artikel sedikitpun yang relevan tentang Tawangmangu, hanya terpampang foto narsis saya! maaf saya bukan penipu hahahaha. Lalu disinilah cerita itu berawal :) )

Oke, sekarang menuju ke Tawangmangu. Terakhir saya posting tentang tempat wisata sekitar 4 bulan yang lalu. Jadi itulah terakhir kali saya refreshing dan rekreasi di sebuah tempat wisata, pantai depok. Hiks, kasihan ya nggak pernah rekreasi.

Tapi terimakasih sekali ketika pemuda karang taruna di kampung saya mengadakan acara rekreasi ke Tawangmangu pada hari Minggu kemarin tanggal 29 Januari 2012, dengan biaya lumayan murah (sampai-sampai biaya beli oleh-oleh dan jajan disana lebih mahal dari pada biaya rekreasi itu sendiri :-| )

Lalu, apa itu Tawangmangu? mari saya jelaskan sedikit.

Sebetulnya Tawangmangu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (sekitar 1 jam dari Solo ke arah timur) terletak pegunungan di lereng barat Gunung Lawu, karena hawanya yang sejuk, sejak jaman kolonial Belanda tempat ini lebih terkenal dengan obyek wisatanya, terutama air terjun bernama Grojogan Sewu yang menjadi destinasi utama.

Jika kita hitung dari Jogja, perjalanan Jogja-Tawangmangu memakan waktu sekitar 3 jam. Yah jika jalanan macet (biasanya hari minggu) bisa molor sampai 4 jam-an. Mungkin akan lebih cepat menggunakan sepeda motor, tapi saya sarankan gunakan sepeda motor yang fit, karena jalannya yang sangat menanjak dan belokan yang sangat curam untuk mencapai obyek wisata ini. Pokoknya jalanannya lebih ‘ngeri’ daripada jalan naik menuju Kaliurang. Oh iya, jangan lupa bawa baju ganti, ini opsional sih, kenapa? karena kita pasti akan tergoda untuk mandi di air terjunnya, daripada pulang masuk angin kebasahan :P oke, simpan cerita air terjunnya.

Sampai di Tawangmangu, pertama kali menginjakkan kaki kita akan disuguhi udara segar pegunungan yang khas sekali. Seperti yang saya jelaskan di atas, obyek wisata utama Tawangmangu adalah Gerojogan Sewu-nya, namun kita juga masih bisa mengunjungi beberapa tempat menarik di sana. Banyak juga penginapan di sana, yah seperti Kaliurang di Jogja lah.

Untuk menuju Grojogan Sewu kita bisa melaluinya dengan jalan kaki, atau buat yang gak suka jalan, ada penyewaan kuda yang akan mengantarkan kita ke sana. Sekalian olah raga, saya memilih jalan kaki bersama rombongan yang lain. Sambil cuci mata kanan kiri lihat yang bening, eh, lihat dagangan souvenir yang dijual berjajar sampai ujung jalan menuju pintu masuk Grojogan Sewu. Dan saya tertarik dengan yang satu ini, Topeng Monyet! nyobain jadi topeng monyet (tapi ada yang bilang ini topeng gorilla, whatever lah :) ):

Kintar

Mereka bilang saya monyet, padahal cuma pake topeng monyet :P

Tempat ini emang banyak monyetnya (ini monyet beneran lho ya =_=) jadi bagi yang bawa barang bawaan berlebihan, lebih baik dijadiin satu tas atau plastik, biar nggak diambil sama monyet, pokoknya jangan membawa barang yang dapat mencuri perhatian si monyet.

Biaya masuk Grojogan Sewu sendiri Rp. 9.000,- per orang. karena kemarin kita datang rombongan sebanyak 80 orang, nggak tau juga apakah dapet diskon, haha. Ditemani para monyet kita akan melewati 2500 anak tangga untuk turun ke bawah. Baru turun aja sudah membuat kaki gemetar, nggak bayangin ntar pulangnya, naik cuy! :( (.

Tapi rasanya perjuangan itu setimpal dengan apa yang kita dapatkan, sebuah air terjun yang tingginya 80 meter. brrrr…

Grojogan Sewu

Grojogan Sewu

Grojogan Sewu artinya Air Terjun seribu. Wah jadi air terjunnya jumlahnya seribu ya? bukan :-| menurut beberapa sumber, ketika musim penghujan, banyak bermunculan titik-titik air terjun yang jatuh, mungkin karena saking banyaknya kali ya, jadi diberi nama Gerojogan Sewu ;) . Karena saya lagi flu saat itu, cukup melihat dari kejauhan saja, tapi banyak dari teman-teman saya yang mandi di sana, ingat! jaga kondisi, hahaha. Saya sempat merekam air terjun itu, check this out:

Susana di Grojogan Sewu sangat Asri, dengan pepohonan yang rimbun dan batuan alamnya, serta tingkah laku para monyet yang berkejar-kejaran memperebutkan makanan atau cuma sekedar bersenda gurau.

Puas menikmati alam dan berfoto, jangan lupa nikmati juga jajanan khasnya, yaitu sate kelinci yang banyak dijual. Bagi yang nggak tega sama kelinci (ouuhh), di sana juga banyak warung yang menjual berbagai makanan lain, pokoknya lengkap. Ada pula kolam renang, tapi kayaknya cuma kolam renan untuk anak-anak saja. hihi.

Yang paling saya suka di Tawangmangu adalah mengamati tingkah laku monyet, iya! monyet beneran =_=. Ada beberapa monyet yang memang galak, ada juga yang mungkin sudah terbiasa dengan manusia, usil, suka ngerebut makanan orang, ha!. Sempat juga ada ‘adegan syur’ para monyet tepat didepan saya dan teman-teman, ketika kami sedang makan, hahaha. Dan ini adalah foto monyet yang sedang menghitung jari XD:

Monyet Tawangmangu

Menghitung jari, detik demi detik

Hari semakin sore, karena perjalanan pulang sangat jauh, pukul setengah 4 sore rombongan meninggalkan Tawangmangu sambil membeli beberapa oleh-oleh dari sana, seperti keripik ubi dan lain-lain. Biasanya sih ritualnya, setelah dari tawangmangu langsung mampir ke pasar Klewer Solo untuk berbelanja. Tapi nampaknya waktu sudah tidak terkejar, pasar klewer tutup pukul 4 sore. Rombongan cuma mampir bentar di PGS (Pasar Grosir Solo), yang saya lihat barang-barangnya mirip dengan barang yang dijual di pasar Beringharjo, nggak tau juga ya kalo di pasar Klewer, hehehe.

Setengah 6 sore rombongan pun bergegas pulang. Capek dan senang jadi satu. capek karena naik turun tangga yang sedemikian banyaknya, senang karena dapat melihat keindahan alam yang sangat luar biasa. Sebuah perjalanan yang mengasyikkan bersama teman-teman sebaya!

Sebelum saya tutup cerita kali ini, saya sangat terkesan dengan pesan di pintu masuk Gerojogan Sewu yang berbunyi:

Save our forest, save our future, save our nation:
Nature does not depend on man, but man depend on nature

 

Leave a Reply